PERAN PEKSOS DALAM SITUASI COVID 19

Article Image

Dalam situasi belum ada koordinasi formal didalam profesi Peksos, diperlukan suatu seri curah pendapat online tentang peran Peksos dalam situasi COVID-19 yang akan terus meningkat baik dalam hal jumlah korban, kompleksitas permasalahan, dan dampaknya, termasuk dari penerapan kebijakan karantina wilayah nantinya.

Potensi peran Peksos dalam konteks Covid-19 

Sudah ada komponen peksos yang terlibat dalam kegiatan tataran akar rumput misalnya mengikuti rapat di daerah, melakukan advokasi, terlibat dalam kegiatan pencegahan, dan sebagainya.

Komunikasi krisis dan penyuluhan baik tentang COVID-19 maupun tentang kebijakan pemerintah dan perilaku aman. Peran ini semakin penting terkait:

  • Kelompok rentan dalam situasi dimana diperlukan untuk menterjemahkan info menjadi perilaku yg sesuai konteks lokal dan kelompok yang moda komunikasinya berbeda dengan kebanyakan.
  • Perbedaan pandangan tentang situasi dan dampak wabah baik perbedaan yang berbasis primordial, politik lokal, atau ketidaktahuan, yang mengancam keutuhan masyarakat dan membahayakan mereka dari ancaman wabah
  • Mengisi kesenjangan komunikasi yang bersifat kognitif dengan komunikasi emotif (komponen emosi) untuk memastikan bahwa masyarakat mengadopsi perilaku aman dan kontruktif

Peluang strategis pelayanan krisis oleh Peksos

Mendampingi pekerja respon di garis depan secara one-on-one, setelah diberikan pelatihan, konfigurasi supervisi yang terstruktur, dan pelibatan secara formal kelembagaan. Ini termasuk :

  • Menggerakkan tim Peksos ke sentra respon nasional, yaitu Wisma Atlit dan Nantinya Pulau Galang
  • Simpul-simpul koordinasi peksos membangun komunikasi dengan RS rujukan di wilayahnya, dan melakukan inventaris siapa saja anggotanya yang bisa digerakkan menjadi pendamping jarak jauh melalui sosmed dengan perjanjian berbasis etika, untuk kemudian dirujuk ke anggota DPD yg dapat membantunya.
  • Memasangkan Peksos dengan para dokter di rumah-rumah sakit rujukan
  • Memasangkan para alumni sekolah KS/PS dengan perawat dan tenaga medis lainnya
  • Memasangkan mahasiswa dengan para relawan di garis depan

Keberlanjutan Pelayanan Sosial

Peksos perlu membantu lembaga pelayanan sosial di daerah untuk merencanakan dan melaksanakan keberlanjutan pelayanan dalam konteks penjarakan sosial maupun nantinya karantina wilayah antara lain dengan:

  • Merencanakan dan melaksanakan skema keberlanjutan pelayanan untuk klien dan konstituen yang mereka miliki, menentukan layanan esensial dan layanan yang dapat ditunda, diubah, atau dihapus sama sekali
  • Membantu mereka mengembangkan skema pelayanan alternatif yang melibatkan inovasi metodologi ataupun pengairan teknis dan pengelolaan sumber daya dan SDM
  • Membantu mereka mengidentifikasi dan mengakses sumberdaya baik yang dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah
  • Memanfaatkan lembaga pelayanan sosial yang sudah ada sebagai sentra-sentra (semacam posko, pelayanan pekerjaan sosial untuk komunitas di sekitarnya
  • Menyusun dan merekomendasikan pelayanan khusus kepada kelompok masyarakat yang tidak hidup menetap di suatu tempat yang definitif. Pelayanan semacam itu harus bertujuan melindungi komunitas yang dimaksud dan memutus rantai penularan kepada masyarakat luas.
  • Melakukan komunikasi masif kepada pengguna manfaat yang didampingi tentang sejauh mana mereka dapat bekerja sama dengan peksos, dan apa yang dapat mereka harapkan dari berbagai jenis dan tataran kompetensi peksos.

 Peran kemasyarakatan

  • Peksos dapat menangkap dinamika masyarakat pada tataran akar rumput sampai ke unit keluarga, mengartikulasikan dinamika itu, dan melakukan advokasi terstruktur kepada pihak yang berwenang. Misalnya dampak dari penjarakan sosial, karantina wilayah, dna nantinya kesakitan dan kematian yang meluas pada
  • Pengelolaan tingkat stress pada lingkungan keluarga, misalnya dengan menerbitkan tips praktis untuk orang tua, pengasuh, penyedia layanan dalam menginformasikan risiko wabah pada anak atau dampingan
  • Beban pembelajaran pada anak-anak yang terpaksa sekolah dari rumah
  • Bagaimana melakukan modifikasi pola gotong royong dalam konteks penjarakan sosial
  • Pengelolaan ketegangan dan konflik didalam dan antar komunitas
  • Membantu keluarga yang menjadi korban wabah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan dan perlindungan bagi keluarganya
  • Membantu masyarakat memahami, menyikapi, dan dengan tepat menindaklanjuti kebijakan pemerintah dengan cepat

Konsolidasi profesi

KPSI dan pilar-pilarnya segara melakukan konsolidasi guna

  • Melakukan advokasi kebijakan atas nama keseluruhan profesi Peksos dan dengan demikian, membantu legitimasi intervensi peksos di berbagai tataran dan setting. Segera melakukan upaya masif melalui webinar, tokoh-tokoh profesi perlu bersuara untuk menguatkan, membantu, dan menyemangati sejawat peksos di garis depan. Ini terutama dari korps Kemensos termasuk para pekerja sosial sendiri,Sakti Peksos, pendamping, relawan dsb.
  • Memetakan dan melakukan proyeksi wilayah yang dilanda wabah besar besaran dan implikasinya pada pelayanan kesejahteraan sosial
  • Membentuk suatu kaukus profesi peksos untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kemensos dan Gugus Tugas COVID-19 terkait potensi dan keterbatasan profesi Peksos
  • Membentuk suatu korps Peksos senior untuk digerakkan, lengkap dengan job description dan akan diposisikan sebagai tawaran KPSI pada Gugus Tugas BNPB
  • Menghubungkan korps peksos dengan struktur kesejahteraan sosial dengan kemensos pada tingkat nasional dan dinas-dinas di daerah, serta dengan sektor sektor kesejahteraan lainnya
  • Memfasilitasi penempatan peksos pada titik-titik kritis dimana pelayanannya diperlukan seperti di rumah sakit dan klinik-klinik.

Kedalam

  • Organisasi pilar KPSI dan simpul simpul profesi harus secepatnya melakukan konsolidasi melalui rapat dan webinar
  • Memberi contoh dan mensosialisasikan bagaimana peksos bergerak di lapangan
  • Memastikan bahwa Peksos diberikan bekal dan struktur supervisi yang memadai sebelum diterjunkan
  • Menerbitkan panduan perilaku aman bagi peksos dalam konteks wabah
  • Menerbitkan panduan dimana seorang pekerja sosial membedakan tindakannya sebagai pribadi, anggota profesi, atau anggota lembaga layanan.
  • Mendokumentasikan praktik peksos dalam konteks wabah

Penguatan korps pekerja sosial

  • Pelatihan kilat, terstruktur, dan masif tentang COVID-19 dan Peksos
  • Aspek teknis dan etis dalam intervensi sosial dalam konteks COVID-19
  • Pemanfaatan teknologi komunikasi dan media sosial
  • Setting-setting baru dan khusus yang timbul sebagai akibat langsung dari wabah
  • Menyediakan hotline untuk membantu para peksos di lapangan
  • Melakukan inventarisasi tentang siapa melakukan apa. Pak Tata akan membuat platform i-net dimana peksos di berbagai tataran dapat mendaftarkan diri berbasis setting praktik, lokasi, dsb. Dan ajakan registrasi akan disebarkan ke semua simpul koordinasi

Klasifikasi Ranah Psikososial

  • Melakukan klarifikasi tentang ranah psikososial sedemikian rupa memilah dukungan Psikososial berdasarkan tataran intervensinya dan pelaku pelayanan psikososial; siapa yang melakukan penyuluhan dan kegiatan kemasyarakatan, identifikasi dan program komunitas dan kelompok, dan siapa yang melakukan intervensi klinis.
  • Memastikan bahwa Peksos dibekali dengan Pertolongan Pertama Psikologis (PFA), kemampuan mengidentifikasi stress dan krisis biasa terkait wabah, dan pemilahan kasus untuk dirujuk ke arah intervensi yang lebih khusus

Follow up:

  • Masing-masing organisasi dapat melakukan aksi secara langsung berdasarkan kapasitas, komitmen dan perencanaan masing-masing.
  • Rendiansyah Putra Dinata, Afro Jems and Monica akan mengatur sementara kelanjutan komunikasi antara pekerja sosial ini sebelum organisasi profesi KPSI, IPSPI atau APEKSI melanjutkan proses ini secara formal.

 

 

Berita Lainnya