DIALOG INTERAKTIF RADIO RRI TANJUNGPINANG

Article Image

Dialog interaktif dalam rangka Hari Pekerjaan Sosial Sedunia yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2020 di RRI Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau bersama narasumber yang terdiri dari Drs. H. Doli Boniara, M.Si., selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Endang Suhara selaku Ketua DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Christina Purba selaku Ketua Bidang Pengembangan Profesi DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau, dan Willem Gasperz selaku Pekerja Sosial Masyarakat di Kepulauan Riau.

Menurut Drs. H. Doli Boniara, M.Si., selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau dikatakan bahwa sesuai dengan UU No.14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial dimana di dalam UU Pekerja Sosial itu berfungsi sebagai pedoman formal dan legalitas dalam melaksanakan praktek Pekerjaan Sosial di Indonesia. Pekerja sosial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai praktik pekerjaan sosial serta telah mendapatkan sertifikat kompetensi.

Pemerintah Kepulauan Riau khususnya Dinas Sosial berupaya untuk turut meningkatkan pelayanan-pelayanan sosial yang diberikan oleh pekerja sosial. Baik melalui program-program pemerintah yang ada maupun dari pusat pelayanan seperti panti-panti sosial. Kami sedang mengupayakan adanya panti dengan bekerjasama dengan instansi lainnya. Agar para pekerja sosial dapat maksimal dalam memberikan pelayanan sosial di Kepulauan Riau ini untuk mengentaskan 26 permasalahan sosial seperti anak terlantar, lansia terlantar, kemiskinan dan lain sebagainya.

Drs. H. Endang Suhara selaku Ketua DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau selaku Pembina DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau bahwa, “ Alhamdulillah Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) telah terbentuk periode 2019-2022 pada tanggal 20 Juli 2019 kami menyelenggarakan musyawarah daerah pertama di Kota Batam dan melahirkan kepengurusan dimana saya diamanhkan sebaai Ketua DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau.”

Para Pekerja Sosial di Provinsi Kepulauan Riau berupaya untuk terus memberikan pelayanan-pelayanan sosial terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Para pekerja sosial tergabung di dalam organisasi profesi yang bernama IPSPI. Anggota IPSPI terdiri dari anggota biasa, anggota kehormatan dan anggota rekan. Anggota biasa adalah WNI lulusan sarjana perguruan tinggi pekerja sosial/ilmu kesejahteraan sosial yang sudah mendaftar dan memiliki nomor anggota. Anggota kehormatan adalah mereka yang karena kepakaran, tugas dan fungsi sanggup melalui sumbangan yang signifikan pada Profesional Pekerja Sosial. Sedangkan anggota rekan adalah orang-orang yang belum atau tidak memiliki kualifikasi akademik kesejahteraan sosial/pekerjaan sosial, tetapi berminat dan aktif terlibat didalam kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial.

Pekerja sosial berbeda dengan relawan. Pekerja sosial adalah seseorang yang melakukan pelayanan sosial berlandaskan kepada skill, pengetahuan dan kode etik pekerjaan sosial. Sehingga dalam memberikan pelayanan dilakukan secara professional dengan memperhatikan juga prinsip-prinsip pekerjaan sosial seperti kerahasiaan klien. Sedangkan relawan yaitu orang yang memiliki keinginan karena tergeraknya hati nurani untuk membantu orang lain, tanpa mendapatkan imbalan dan pengetahuan tertentu. Dasar dari relawan ini karena perasaan empati terhadap sesama.

Dra. Cristina Purba selaku Ketua Bidang Pengembangan Profesi DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau Pada periode 2019-2022 yang diberikan kepercayaan sebagai Ketua Bidang Pengembangan Profesi DPD IPSPI Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan bahwa organisasi ini baru kita bentuk. Menurutnya sudah ada rencana penilngkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pembangunan kesejahteraan sosial.

Pekerja sosial terdiri dari orang-orang yang menempuh pendidikan di bidang pekerjaan sosial ataupun kesejahteraan sosial, lalu dari masyarakat juga kita ikut sertakan di dalam penanganan permasalahan sosial ini.

Pekerja sosial wajib memiliki sertifikasi dalam menjalankan praktiknya. Untuk mendapatkan sertifikasi tentunya ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Hal ini lah yang menjadi tantangan sehingga baru sekitar kurang lebih 500 orang anggota IPSPI Provinsi Kepri yang sudah tersertifikasi. Para pekerja sosial yang akan mengikuti sertifikasi harus mengikuti ujian kompetensi yang diadakan oleh pusat. Organisasi berfungsi untuk mengkoordinir setiap anggotanya untuk mengikuti ujian tersebut.

Pendapat lain datang dari Willem Gasperz selaku Pekerja Sosial Masyarakat di Kepulauan Riau

“Khususnya untuk di Kepri saya dibentuk dari karang taruna Kelurahan Tanjungpinang Timur pada saat itu masih Kabupaten Kepulauan Riau, masih provinsi lama yang bergabung dengan Riau. Waktu itu saya ditunjuk untuk menjadi Ketua Karang Taruna Tanjungpinang Timur, lalu menjadi Wakil Ketua Karang Taruna Tingkat Kortib, lalu menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Riau dan setelahnya terjadi penataan dan pembentukan kota.”

Menurutnya motivasi yang muncul dilatarbelakangi oleh kejadian yang pada saat itu untuk membagikan mie instant saja, kita kesulitan untuk membagikan ke masyarakat, kemudian pertolongan pertama dan sebagainya. Sesudah itu kita melihat lagi sejarah, bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan peran-peran pekerja sosial. Salah satu faktor mungkin dikarenakan masyarakat tidak mendapatkan informasi. Masyarakat dapatkan hanya sebatas materi saja, padahal informasi itu sangat penting untuk masyarakat.

Willem Gasperz berpendapat bahwa saat ini pemerintah sangat peduli terhadap 26 item permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Pemerintah dapat membantu mengatasi permasalahan sosial tersebut dengan bekerjasama, berkoordinasi dan bersinergi dengan pekerja sosial, sehingga berbagai permasalahan dapat diatasi bersama. Selain itu kita memiliki potensi-potensi yang dapat kita manfaatkan juga dalam mengatasi permasalahan sosial ini seperti pekerja sosial masyarakat, karang taruna, dan lain-lain.

Berita Lainnya